حَدَّثَنَا مُعَلَّى بْنُ أَسَدٍ قَالَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ رُخِّصَ لِلْحَائِضِ أَنْ تَنْفِرَ إِذَا حَاضَتْ وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَقُولُ فِي أَوَّلِ أَمْرِهِ إِنَّهَا لَا تَنْفِرُ ثُمَّ سَمِعْتُهُ يَقُولُ تَنْفِرُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَخَّصَ لَهُنَّ
318. Telah menceritakan kepada kami Mu'alla bin Asad berkata, telah menceritakan kepada
kami Wuhaib dari 'Abdullah bin Thawus dari Bapaknya dari Ibnu 'Abbas berkata, "Wanita
yang haid diberi keringanan untuk nafar (meninggalkan Mina), dan pada mulanya Ibnu Umar
melarang hal itu, namun kemudian aku mendengar ia mengatakan, 'Wanita haid boleh nafar
karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah memberi keringanan buat mereka."
0 Comments
Post a Comment